Kucurkan Miliaran Dana Desa, Warga Bengko: Hasilnya di Mana
Rejang Lebong – Inovasinews.com Aroma tanda tanya terhadap pengelolaan Dana Desa di Desa Bengko, Kecamatan Sindang Dataran, Kabupaten Rejang Lebong, semakin menguat. Program-program yang menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah setiap tahun kini menjadi sorotan tajam masyarakat karena dinilai belum menunjukkan hasil yang dapat dibuktikan secara nyata di lapangan.
Berdasarkan data pelaporan Dana Desa Tahun Anggaran 2022–2025, Pemerintah Desa Bengko berulang kali menggelontorkan anggaran besar untuk program ketahanan pangan dan peternakan.
Pada Tahun 2022 dialokasikan Rp216.000.000 untuk kegiatan Peningkatan Produksi Peternakan. Tahun 2023 kembali mengalokasikan Rp164.805.200 untuk Peningkatan Produksi Tanaman Pangan. Tahun 2024 kembali menganggarkan Rp169.806.800 untuk kegiatan peternakan, dan Tahun 2025 kembali mengucurkan Rp168.175.000 untuk program serupa.
Jika ditotal, anggaran program ketahanan pangan dan peternakan tersebut mencapai lebih dari Rp718 juta hanya dalam empat tahun.
Namun ironisnya, sejumlah masyarakat mengaku tidak mengetahui secara jelas keberadaan aset, sarana, maupun hasil nyata dari kegiatan yang menelan anggaran fantastis tersebut.
"Kalau anggarannya sebesar itu, mana kandangnya? Mana alat produksinya? Mana hasil peternakannya? Jangan sampai masyarakat hanya disuguhi angka-angka dalam laporan, tetapi tidak melihat hasil di lapangan," ungkap beberapa warga dengan nada kecewa.
Sorotan juga mengarah pada program Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Fasilitas Pengelolaan Sampah Desa yang pada Tahun 2024 menghabiskan Rp230.000.000, kemudian kembali dianggarkan pada Tahun 2025 sebesar Rp110.000.320.
Namun masyarakat mengaku tidak mengetahui lokasi maupun keberadaan fasilitas tersebut.
"Bank sampahnya di mana? Penampungan sampahnya di mana? Kami masyarakat tidak pernah melihatnya," kata warga.
Tak berhenti di situ, penyertaan modal BUMDes sebesar Rp150.000.000 pada Tahun 2023 juga menuai pertanyaan. Warga mengaku hingga kini belum melihat unit usaha BUMDes yang berjalan maupun memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi desa.
"Kalau memang ada penyertaan modal Rp150 juta, seharusnya ada usaha yang berkembang. Tapi masyarakat justru bertanya, BUMDes-nya ada di mana?" ujar warga.
Sementara itu, pembangunan jalan desa dan jalan lingkungan juga menjadi bahan pembicaraan masyarakat. Berdasarkan akumulasi anggaran sejak Tahun 2022 hingga Tahun 2025, sedikitnya Rp915.608.000 telah dialokasikan untuk pembangunan jalan desa dan jalan lingkungan.
Meski demikian, kondisi sejumlah ruas jalan menurut warga masih banyak yang rusak.
"Hampir satu miliar untuk jalan, tetapi jalan masih banyak yang rusak. Masyarakat berhak bertanya pembangunan itu dilakukan di mana. Kalau setiap tahun ada anggaran besar, seharusnya wajah desa berubah dan hasilnya bisa dirasakan masyarakat," tegas beberapa warga.
Berbagai pertanyaan tersebut menjadi sinyal perlunya keterbukaan informasi dari Pemerintah Desa Bengko. Masyarakat berharap seluruh dokumen pendukung, termasuk lokasi kegiatan, daftar penerima manfaat, bukti pengadaan, dokumentasi pekerjaan, hingga aset hasil kegiatan dapat dibuka secara transparan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Masyarakat juga meminta Inspektorat Kabupaten Rejang Lebong, Dinas PMD, serta aparat penegak hukum melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian antara laporan realisasi anggaran dengan kondisi di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Bengko belum memberikan keterangan resmi. Wartawan Media ini sudah berusaha konfirmasi namun kepala desa bengko mengabaikan.termasuk bendahara desa bengko tidak memberikan tanggapan."
