Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Nasional
  • Kabar Daerah
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Opini
  • Sosok
  • Teknologi
  • Industri
  • Info dan Tips
  • Wisata
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Politik
  • Ekonomi
InovasiNews.Com
Telusuri
InovasiNews.Com

Beranda Pengelola Safari Lendir di Pasar Kemis Kangkangi Edaran Bupati, Syamsul Jahidin: Jangan Sampai Persoalan Ini Berlarut-Larut Pengelola Safari Lendir di Pasar Kemis Kangkangi Edaran Bupati, Syamsul Jahidin: Jangan Sampai Persoalan Ini Berlarut-Larut

Pengelola Safari Lendir di Pasar Kemis Kangkangi Edaran Bupati, Syamsul Jahidin: Jangan Sampai Persoalan Ini Berlarut-Larut

Anonim
Anonim
10 Mar, 2025 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Tangerang- inovasiNews.com
– Dilansir dari media suararealitas.co, setelah razia yang dilakukan oleh Satpol PP dan aparat Kecamatan Pasar Kemis, tiga tempat hiburan malam di Wisma Mas yang dikelola oleh Suroyo, Mul, dan Chery kembali beroperasi. Hal ini terjadi meskipun telah ada edaran dari Bupati Kabupaten Tangerang yang meminta penutupan tempat hiburan ilegal  

Syamsul Jahidin, Pemantau Kebijakan Publik, menegaskan pentingnya ketegasan dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. “Jangan sampai persoalan ini berlarut-larut. Jika dibiarkan, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan pada penegakan hukum,” ujarnya.  

Berdasarkan pantauan di lapangan, lokasi hiburan malam tersebut mulai beroperasi kembali sekitar pukul 01.00 WIB. Musik terdengar hingga pukul 03.00 WIB, sementara tamu-tamu yang diduga hendak berwisata malam terus berdatangan.  

Seorang sumber yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa para wanita pekerja di lokasi tersebut aktif menghubungi pelanggan mereka. “Mereka punya nomor WhatsApp tamunya. Kalau sudah sepi, mereka yang mengajak tamu datang,” katanya.  

Selain di Wisma Mas, sebuah ruko di belakang klinik di wilayah Kuta Jaya juga diduga masih beroperasi. Keberadaan tempat hiburan ini menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas razia yang telah dilakukan sebelumnya.  

Lurah Kuta Jaya, Achmad Subagja, membantah tuduhan bahwa dirinya menerima upeti dari pengelola hiburan malam. “Itu tidak benar. Saya sudah menolak tegas keberadaan tempat hiburan malam di sini,” tegasnya.  

Subagja menyatakan telah melaporkan secara lisan dan tertulis kepada Camat Pasar Kemis agar ditindaklanjuti oleh Satpol PP Kabupaten Tangerang. “Kami tidak punya anggaran dan wewenang untuk menindak langsung. Tugas kami hanya melaporkan,” jelasnya.  

Meskipun sudah ada laporan, hingga kini belum terlihat tindakan konkret. Subagja berjanji akan kembali mengajukan permohonan penutupan permanen untuk tempat hiburan tersebut.  

Satpol PP Kabupaten Tangerang mengaku akan segera melakukan razia terhadap lokasi yang diduga ilegal. Namun, belum ada kepastian kapan tindakan itu akan dilakukan.  

Masyarakat mulai mempertanyakan peran ormas Islam dan warga sekitar. Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang merusak moral, tetapi hingga kini belum ada aksi nyata dari mereka.  

Dugaan adanya peredaran minuman keras dan prostitusi di lokasi tersebut menambah keresahan. Jika tidak segera ditindak, dikhawatirkan akan semakin banyak tempat serupa bermunculan di wilayah tersebut.  

Rizal, Ketua DPD YLPK Perari Provinsi Banten, melontarkan kritik tajam. “Bagaimana mungkin lokasi hiburan ilegal masih beroperasi setelah ada edaran dari Bupati? Ini menunjukkan lemahnya pengawasan pemerintah,” ujarnya.  

Menurut Rizal, jika pemerintah serius, tempat-tempat hiburan ilegal ini tidak akan berani kembali beroperasi. “Kalau ada ketegasan, tidak mungkin mereka berani buka lagi. Ini bentuk pembiaran yang merugikan masyarakat,” tambahnya.  

Kasus ini tidak hanya mencerminkan lemahnya penegakan hukum, tetapi juga kurangnya kepedulian terhadap moralitas dan ketertiban sosial. Jika terus dibiarkan, dikhawatirkan akan menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.  

Syamsul Jahidin kembali mengingatkan bahwa masalah ini harus segera diselesaikan. “Pemkab harus bertindak tegas dan serius. Jangan sampai masalah ini merusak tatanan sosial kita,” tegasnya.  

Jika pemerintah tidak bertindak cepat, bukan tidak mungkin masyarakat akan mengambil langkah sendiri. Hal ini bisa berujung pada konflik yang lebih besar.  

Permasalahan ini menjadi cerminan bagi kita semua. Sebagai masyarakat, kita memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan dari hal-hal yang dapat merusak moral dan ketertiban.



(Oim) 
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertiser

Advertiser

Advertiser

Advertiser

Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Komisi V DPRD Provinsi Banten Apresiasi Program PAKSA SARJANA, Inovasi UNDHI dan LPK Gyokai Perluas Akses Pendidikan Tinggi

admin- Rabu, Juli 01, 2026 0
Komisi V DPRD Provinsi Banten Apresiasi Program PAKSA SARJANA, Inovasi UNDHI dan LPK Gyokai Perluas Akses Pendidikan Tinggi
H.Abdul Roji, S.Sos,M.M, Wakil Ketua Komisi V DPRD Banten Tangerang – Komitmen untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumb…

Berita Terpopuler

WARGA PERTANYAKAN PENGELOLAAN DANA DESA AIR RUSA, ANGGARAN MILIARAN DINILAI TAK SEBANDING DENGAN KONDISI LAPANGAN

WARGA PERTANYAKAN PENGELOLAAN DANA DESA AIR RUSA, ANGGARAN MILIARAN DINILAI TAK SEBANDING DENGAN KONDISI LAPANGAN

Jumat, Juni 26, 2026
DANA DESA LUBUK MUMPO Rp4,23 MILIAR JADI SOROTAN, WARGA PERTANYAKAN HASIL PEMBANGUNAN DAN BANTUAN

DANA DESA LUBUK MUMPO Rp4,23 MILIAR JADI SOROTAN, WARGA PERTANYAKAN HASIL PEMBANGUNAN DAN BANTUAN

Jumat, Juni 26, 2026
Tuntut Transparansi Anggaran, EKS NAPI Gelar Aksi Damai di Dinas PUPR Banten

Tuntut Transparansi Anggaran, EKS NAPI Gelar Aksi Damai di Dinas PUPR Banten

Senin, Juni 29, 2026
Warga Soroti Dana Desa Periang: Jalan Usaha Tani Dianggarkan Hampir Setiap Tahun, Hasilnya Dipertanyakan

Warga Soroti Dana Desa Periang: Jalan Usaha Tani Dianggarkan Hampir Setiap Tahun, Hasilnya Dipertanyakan

Jumat, Juni 26, 2026
PROYEK JALAN DANA DESA KOTA BARU SANTAN DISOROT! Warga: "Belum Seumur Jagung Sudah Rusak, Penyertaan Modal Rp96,2 Juta ke Mana?"

PROYEK JALAN DANA DESA KOTA BARU SANTAN DISOROT! Warga: "Belum Seumur Jagung Sudah Rusak, Penyertaan Modal Rp96,2 Juta ke Mana?"

Jumat, Juni 26, 2026
DANA DESA Rp3 MILIAR LEBIH DIGELONTORKAN, WARGA SUMBEREJO TRANSAD PERTANYAKAN HASIL PEMANGUNAN: "UANGNYA KE MANA?"

DANA DESA Rp3 MILIAR LEBIH DIGELONTORKAN, WARGA SUMBEREJO TRANSAD PERTANYAKAN HASIL PEMANGUNAN: "UANGNYA KE MANA?"

Jumat, Juni 26, 2026
Jalan Usaha Tani Telan Anggaran Fantastis Tiga Tahun Berturut-turut, Warga Kayu Manis Pertanyakan Kualitas Pembangunan dan Program Ketahanan Pangan

Jalan Usaha Tani Telan Anggaran Fantastis Tiga Tahun Berturut-turut, Warga Kayu Manis Pertanyakan Kualitas Pembangunan dan Program Ketahanan Pangan

Jumat, Juni 26, 2026
Sejumlah elemen masyarakat dan LSM Koalisi Lembaga Aksi Pergerakan ( KALAP) Provinsi Banten akan menggelar aksi unjuk rasa (Unras) di depan Gedung DPRD Provinsi Banten, dan Kantor BKD Provinsi Banten.

Sejumlah elemen masyarakat dan LSM Koalisi Lembaga Aksi Pergerakan ( KALAP) Provinsi Banten akan menggelar aksi unjuk rasa (Unras) di depan Gedung DPRD Provinsi Banten, dan Kantor BKD Provinsi Banten.

Jumat, Juni 19, 2026
Program Sekolah GRATIS Banten bocor, Puluhan Sekolah Swasta Diduga Tetap Pungut Biaya, Program Unggulan Gubernur Terancam Jadi Slogan Tanpa Pengawasan

Program Sekolah GRATIS Banten bocor, Puluhan Sekolah Swasta Diduga Tetap Pungut Biaya, Program Unggulan Gubernur Terancam Jadi Slogan Tanpa Pengawasan

Jumat, Juni 26, 2026
DIDUGA JADI AJANG KORUPSI DANA DESA, PROYEK JALAN USAHA TANI Rp440 JUTA DI TIK SIRONG DISOROT WARGA

DIDUGA JADI AJANG KORUPSI DANA DESA, PROYEK JALAN USAHA TANI Rp440 JUTA DI TIK SIRONG DISOROT WARGA

Jumat, Juni 19, 2026

Advertiser

Advertiser

Berita Terpopuler

WARGA PERTANYAKAN PENGELOLAAN DANA DESA AIR RUSA, ANGGARAN MILIARAN DINILAI TAK SEBANDING DENGAN KONDISI LAPANGAN

WARGA PERTANYAKAN PENGELOLAAN DANA DESA AIR RUSA, ANGGARAN MILIARAN DINILAI TAK SEBANDING DENGAN KONDISI LAPANGAN

Jumat, Juni 26, 2026
DANA DESA LUBUK MUMPO Rp4,23 MILIAR JADI SOROTAN, WARGA PERTANYAKAN HASIL PEMBANGUNAN DAN BANTUAN

DANA DESA LUBUK MUMPO Rp4,23 MILIAR JADI SOROTAN, WARGA PERTANYAKAN HASIL PEMBANGUNAN DAN BANTUAN

Jumat, Juni 26, 2026
Tuntut Transparansi Anggaran, EKS NAPI Gelar Aksi Damai di Dinas PUPR Banten

Tuntut Transparansi Anggaran, EKS NAPI Gelar Aksi Damai di Dinas PUPR Banten

Senin, Juni 29, 2026
Warga Soroti Dana Desa Periang: Jalan Usaha Tani Dianggarkan Hampir Setiap Tahun, Hasilnya Dipertanyakan

Warga Soroti Dana Desa Periang: Jalan Usaha Tani Dianggarkan Hampir Setiap Tahun, Hasilnya Dipertanyakan

Jumat, Juni 26, 2026
PROYEK JALAN DANA DESA KOTA BARU SANTAN DISOROT! Warga: "Belum Seumur Jagung Sudah Rusak, Penyertaan Modal Rp96,2 Juta ke Mana?"

PROYEK JALAN DANA DESA KOTA BARU SANTAN DISOROT! Warga: "Belum Seumur Jagung Sudah Rusak, Penyertaan Modal Rp96,2 Juta ke Mana?"

Jumat, Juni 26, 2026
DANA DESA Rp3 MILIAR LEBIH DIGELONTORKAN, WARGA SUMBEREJO TRANSAD PERTANYAKAN HASIL PEMANGUNAN: "UANGNYA KE MANA?"

DANA DESA Rp3 MILIAR LEBIH DIGELONTORKAN, WARGA SUMBEREJO TRANSAD PERTANYAKAN HASIL PEMANGUNAN: "UANGNYA KE MANA?"

Jumat, Juni 26, 2026
Jalan Usaha Tani Telan Anggaran Fantastis Tiga Tahun Berturut-turut, Warga Kayu Manis Pertanyakan Kualitas Pembangunan dan Program Ketahanan Pangan

Jalan Usaha Tani Telan Anggaran Fantastis Tiga Tahun Berturut-turut, Warga Kayu Manis Pertanyakan Kualitas Pembangunan dan Program Ketahanan Pangan

Jumat, Juni 26, 2026
Sejumlah elemen masyarakat dan LSM Koalisi Lembaga Aksi Pergerakan ( KALAP) Provinsi Banten akan menggelar aksi unjuk rasa (Unras) di depan Gedung DPRD Provinsi Banten, dan Kantor BKD Provinsi Banten.

Sejumlah elemen masyarakat dan LSM Koalisi Lembaga Aksi Pergerakan ( KALAP) Provinsi Banten akan menggelar aksi unjuk rasa (Unras) di depan Gedung DPRD Provinsi Banten, dan Kantor BKD Provinsi Banten.

Jumat, Juni 19, 2026
Program Sekolah GRATIS Banten bocor, Puluhan Sekolah Swasta Diduga Tetap Pungut Biaya, Program Unggulan Gubernur Terancam Jadi Slogan Tanpa Pengawasan

Program Sekolah GRATIS Banten bocor, Puluhan Sekolah Swasta Diduga Tetap Pungut Biaya, Program Unggulan Gubernur Terancam Jadi Slogan Tanpa Pengawasan

Jumat, Juni 26, 2026
DIDUGA JADI AJANG KORUPSI DANA DESA, PROYEK JALAN USAHA TANI Rp440 JUTA DI TIK SIRONG DISOROT WARGA

DIDUGA JADI AJANG KORUPSI DANA DESA, PROYEK JALAN USAHA TANI Rp440 JUTA DI TIK SIRONG DISOROT WARGA

Jumat, Juni 19, 2026
InovasiNews.Com

About Us

inovasinews.com merupakan portal berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: inovasinews61@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2024 | InovasiNews.Com
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami