Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Nasional
  • Kabar Daerah
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Opini
  • Sosok
  • Teknologi
  • Industri
  • Info dan Tips
  • Wisata
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Politik
  • Ekonomi
InovasiNews.Com
Telusuri
InovasiNews.Com

Beranda Masa Iya Sih Kades Selapajang Tidak Tahu Ada Tempat Karaoke di Desanya? Masa Iya Sih Kades Selapajang Tidak Tahu Ada Tempat Karaoke di Desanya?

Masa Iya Sih Kades Selapajang Tidak Tahu Ada Tempat Karaoke di Desanya?

Anonim
Anonim
08 Mar, 2025 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Cisoka, Tangerang –inovasiNewos.com
Ironis, di tengah bulan suci Ramadhan yang seharusnya menjadi momen meningkatkan ketakwaan, justru ditemukan sebuah tempat karaoke di Desa Selapajang yang bebas beroperasi dengan menyediakan minuman keras dan pemandu lagu wanita seksi (LC). Lebih mencengangkan lagi, Kepala Desa Selapajang, Nurfakih, mengaku tidak tahu menahu soal keberadaan tempat hiburan malam tersebut.  

_"Saya tidak tahu kalau itu tempat karaoke. Setahu saya, itu kafe, Pak. Lagipula, saya sedang sakit dan baru pulang umrah,"_ dalih Nurfakih, dikutip dari Paparan.Co.  

Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan besar: benarkah seorang kepala desa bisa sedemikian tidak tahu terhadap aktivitas mencolok di wilayahnya? Ataukah ini hanya upaya untuk menutup mata dan telinga dari kenyataan yang ada? 

Keberadaan tempat karaoke ini bukan sekadar masalah perizinan, tetapi juga moral dan kepedulian sosial. Lebih miris lagi, jaraknya hanya puluhan meter dari sebuah pondok pesantren. Bagaimana bisa aktivitas maksiat ini berlangsung tanpa ada tindakan dari pemerintah desa maupun Kecamatan Cisoka?  

Banyak pihak mempertanyakan peran aparatur setempat. Seharusnya, di bulan penuh berkah ini, pengawasan terhadap tempat-tempat hiburan malam semakin diperketat. Namun yang terjadi justru sebaliknya, tempat tersebut tetap beroperasi dengan santainya, tanpa gangguan, seakan dilindungi oleh "tangan-tangan tak terlihat".  

Dedi, seorang aktivis Kabupaten Tangerang, dengan tegas meminta aparat penegak hukum untuk segera menindak tempat hiburan malam tersebut. _“Jangan sampai ada pembiaran! Semua pihak terkait harus bersikap tegas dan tidak boleh bungkam,”_ tegasnya.  

Sikap abai dari pemerintah desa ini seharusnya menjadi tamparan keras bagi tokoh agama dan organisasi Islam setempat. Sudah saatnya MUI Cisoka, Majelis NU Cabang Cisoka, serta GP Ansor PAC Cisoka bersatu dan bergerak bersama dalam memantau lingkungan, agar kemaksiatan tidak tumbuh subur di tengah-tengah umat.

Ini bukan hanya soal aturan administratif, tetapi juga tanggung jawab bersama dalam menjaga kehormatan dan kesucian bulan suci Ramadhan. Jika kemaksiatan dibiarkan tumbuh subur tanpa ada gerakan nyata dari umat Islam, maka di mana letak tanggung jawab kita sebagai khalifah di bumi?

Ustaz Ahmad Rustam, seorang aktivis kerohanian sekaligus anggota Divisi Kerohanian DPD YLPK Perari Provinsi Banten, menyayangkan keberadaan tempat hiburan malam ini yang tetap beroperasi di bulan suci Ramadhan. 


_"Situasi ini mencerminkan kurangnya kepedulian dalam menjaga lingkungan dari hal-hal yang merusak moral. Saya berharap ormas-ormas Islam di Cisoka dapat lebih proaktif dalam memantau dan mengawasi tempat-tempat serupa agar kejadian seperti ini tidak terulang,"_ ujarnya dengan penuh keprihatinan..  

Sementara itu, Zarkasih, atau yang akrab disapa Rizal, selaku Ketua DPD YLPK Perari Provinsi Banten, memberikan kritik tajam. _“Kita harus sadar, jika kemaksiatan dibiarkan tumbuh, maka masyarakatlah yang akan menerima dampak buruknya. Jangan sampai lingkungan kita rusak karena kelalaian aparatur dan lemahnya pengawasan,”_ katanya.  


Kasus ini bukan hanya tentang satu tempat karaoke, tapi juga cerminan bagaimana lemahnya pengawasan pemerintah desa terhadap lingkungannya sendiri. Jika aparat setempat memilih menjadi _"kura-kura dalam perahu"_, pura-pura tidak tahu, maka siapa lagi yang bisa diandalkan untuk menjaga moralitas masyarakat?  

Sudah saatnya para pemimpin desa berhenti berdalih dan mulai bertindak. Bulan Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari membiarkan kemaksiatan merajalela. Jika tempat-tempat seperti ini tetap dibiarkan, jangan salahkan jika kelak generasi muda tumbuh tanpa arah.  

Kini, pertanyaannya: akankah pemerintah desa dan kecamatan segera bertindak? Ataukah mereka tetap memilih bungkam dan membiarkan tempat-tempat seperti ini terus tumbuh subur? Jawabannya ada di tangan mereka dan di mata masyarakat yang terus mengawasi.


( oim ) 
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertiser

Advertiser

Advertiser

Advertiser

Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Komisi V DPRD Provinsi Banten Apresiasi Program PAKSA SARJANA, Inovasi UNDHI dan LPK Gyokai Perluas Akses Pendidikan Tinggi

admin- Rabu, Juli 01, 2026 0
Komisi V DPRD Provinsi Banten Apresiasi Program PAKSA SARJANA, Inovasi UNDHI dan LPK Gyokai Perluas Akses Pendidikan Tinggi
H.Abdul Roji, S.Sos,M.M, Wakil Ketua Komisi V DPRD Banten Tangerang – Komitmen untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumb…

Berita Terpopuler

WARGA PERTANYAKAN PENGELOLAAN DANA DESA AIR RUSA, ANGGARAN MILIARAN DINILAI TAK SEBANDING DENGAN KONDISI LAPANGAN

WARGA PERTANYAKAN PENGELOLAAN DANA DESA AIR RUSA, ANGGARAN MILIARAN DINILAI TAK SEBANDING DENGAN KONDISI LAPANGAN

Jumat, Juni 26, 2026
DANA DESA LUBUK MUMPO Rp4,23 MILIAR JADI SOROTAN, WARGA PERTANYAKAN HASIL PEMBANGUNAN DAN BANTUAN

DANA DESA LUBUK MUMPO Rp4,23 MILIAR JADI SOROTAN, WARGA PERTANYAKAN HASIL PEMBANGUNAN DAN BANTUAN

Jumat, Juni 26, 2026
Tuntut Transparansi Anggaran, EKS NAPI Gelar Aksi Damai di Dinas PUPR Banten

Tuntut Transparansi Anggaran, EKS NAPI Gelar Aksi Damai di Dinas PUPR Banten

Senin, Juni 29, 2026
Warga Soroti Dana Desa Periang: Jalan Usaha Tani Dianggarkan Hampir Setiap Tahun, Hasilnya Dipertanyakan

Warga Soroti Dana Desa Periang: Jalan Usaha Tani Dianggarkan Hampir Setiap Tahun, Hasilnya Dipertanyakan

Jumat, Juni 26, 2026
PROYEK JALAN DANA DESA KOTA BARU SANTAN DISOROT! Warga: "Belum Seumur Jagung Sudah Rusak, Penyertaan Modal Rp96,2 Juta ke Mana?"

PROYEK JALAN DANA DESA KOTA BARU SANTAN DISOROT! Warga: "Belum Seumur Jagung Sudah Rusak, Penyertaan Modal Rp96,2 Juta ke Mana?"

Jumat, Juni 26, 2026
DANA DESA Rp3 MILIAR LEBIH DIGELONTORKAN, WARGA SUMBEREJO TRANSAD PERTANYAKAN HASIL PEMANGUNAN: "UANGNYA KE MANA?"

DANA DESA Rp3 MILIAR LEBIH DIGELONTORKAN, WARGA SUMBEREJO TRANSAD PERTANYAKAN HASIL PEMANGUNAN: "UANGNYA KE MANA?"

Jumat, Juni 26, 2026
Program Sekolah GRATIS Banten bocor, Puluhan Sekolah Swasta Diduga Tetap Pungut Biaya, Program Unggulan Gubernur Terancam Jadi Slogan Tanpa Pengawasan

Program Sekolah GRATIS Banten bocor, Puluhan Sekolah Swasta Diduga Tetap Pungut Biaya, Program Unggulan Gubernur Terancam Jadi Slogan Tanpa Pengawasan

Jumat, Juni 26, 2026
Jalan Usaha Tani Telan Anggaran Fantastis Tiga Tahun Berturut-turut, Warga Kayu Manis Pertanyakan Kualitas Pembangunan dan Program Ketahanan Pangan

Jalan Usaha Tani Telan Anggaran Fantastis Tiga Tahun Berturut-turut, Warga Kayu Manis Pertanyakan Kualitas Pembangunan dan Program Ketahanan Pangan

Jumat, Juni 26, 2026
Sejumlah elemen masyarakat dan LSM Koalisi Lembaga Aksi Pergerakan ( KALAP) Provinsi Banten akan menggelar aksi unjuk rasa (Unras) di depan Gedung DPRD Provinsi Banten, dan Kantor BKD Provinsi Banten.

Sejumlah elemen masyarakat dan LSM Koalisi Lembaga Aksi Pergerakan ( KALAP) Provinsi Banten akan menggelar aksi unjuk rasa (Unras) di depan Gedung DPRD Provinsi Banten, dan Kantor BKD Provinsi Banten.

Jumat, Juni 19, 2026
DIDUGA JADI AJANG KORUPSI DANA DESA, PROYEK JALAN USAHA TANI Rp440 JUTA DI TIK SIRONG DISOROT WARGA

DIDUGA JADI AJANG KORUPSI DANA DESA, PROYEK JALAN USAHA TANI Rp440 JUTA DI TIK SIRONG DISOROT WARGA

Jumat, Juni 19, 2026

Advertiser

Advertiser

Berita Terpopuler

WARGA PERTANYAKAN PENGELOLAAN DANA DESA AIR RUSA, ANGGARAN MILIARAN DINILAI TAK SEBANDING DENGAN KONDISI LAPANGAN

WARGA PERTANYAKAN PENGELOLAAN DANA DESA AIR RUSA, ANGGARAN MILIARAN DINILAI TAK SEBANDING DENGAN KONDISI LAPANGAN

Jumat, Juni 26, 2026
DANA DESA LUBUK MUMPO Rp4,23 MILIAR JADI SOROTAN, WARGA PERTANYAKAN HASIL PEMBANGUNAN DAN BANTUAN

DANA DESA LUBUK MUMPO Rp4,23 MILIAR JADI SOROTAN, WARGA PERTANYAKAN HASIL PEMBANGUNAN DAN BANTUAN

Jumat, Juni 26, 2026
Tuntut Transparansi Anggaran, EKS NAPI Gelar Aksi Damai di Dinas PUPR Banten

Tuntut Transparansi Anggaran, EKS NAPI Gelar Aksi Damai di Dinas PUPR Banten

Senin, Juni 29, 2026
Warga Soroti Dana Desa Periang: Jalan Usaha Tani Dianggarkan Hampir Setiap Tahun, Hasilnya Dipertanyakan

Warga Soroti Dana Desa Periang: Jalan Usaha Tani Dianggarkan Hampir Setiap Tahun, Hasilnya Dipertanyakan

Jumat, Juni 26, 2026
PROYEK JALAN DANA DESA KOTA BARU SANTAN DISOROT! Warga: "Belum Seumur Jagung Sudah Rusak, Penyertaan Modal Rp96,2 Juta ke Mana?"

PROYEK JALAN DANA DESA KOTA BARU SANTAN DISOROT! Warga: "Belum Seumur Jagung Sudah Rusak, Penyertaan Modal Rp96,2 Juta ke Mana?"

Jumat, Juni 26, 2026
DANA DESA Rp3 MILIAR LEBIH DIGELONTORKAN, WARGA SUMBEREJO TRANSAD PERTANYAKAN HASIL PEMANGUNAN: "UANGNYA KE MANA?"

DANA DESA Rp3 MILIAR LEBIH DIGELONTORKAN, WARGA SUMBEREJO TRANSAD PERTANYAKAN HASIL PEMANGUNAN: "UANGNYA KE MANA?"

Jumat, Juni 26, 2026
Program Sekolah GRATIS Banten bocor, Puluhan Sekolah Swasta Diduga Tetap Pungut Biaya, Program Unggulan Gubernur Terancam Jadi Slogan Tanpa Pengawasan

Program Sekolah GRATIS Banten bocor, Puluhan Sekolah Swasta Diduga Tetap Pungut Biaya, Program Unggulan Gubernur Terancam Jadi Slogan Tanpa Pengawasan

Jumat, Juni 26, 2026
Jalan Usaha Tani Telan Anggaran Fantastis Tiga Tahun Berturut-turut, Warga Kayu Manis Pertanyakan Kualitas Pembangunan dan Program Ketahanan Pangan

Jalan Usaha Tani Telan Anggaran Fantastis Tiga Tahun Berturut-turut, Warga Kayu Manis Pertanyakan Kualitas Pembangunan dan Program Ketahanan Pangan

Jumat, Juni 26, 2026
Sejumlah elemen masyarakat dan LSM Koalisi Lembaga Aksi Pergerakan ( KALAP) Provinsi Banten akan menggelar aksi unjuk rasa (Unras) di depan Gedung DPRD Provinsi Banten, dan Kantor BKD Provinsi Banten.

Sejumlah elemen masyarakat dan LSM Koalisi Lembaga Aksi Pergerakan ( KALAP) Provinsi Banten akan menggelar aksi unjuk rasa (Unras) di depan Gedung DPRD Provinsi Banten, dan Kantor BKD Provinsi Banten.

Jumat, Juni 19, 2026
DIDUGA JADI AJANG KORUPSI DANA DESA, PROYEK JALAN USAHA TANI Rp440 JUTA DI TIK SIRONG DISOROT WARGA

DIDUGA JADI AJANG KORUPSI DANA DESA, PROYEK JALAN USAHA TANI Rp440 JUTA DI TIK SIRONG DISOROT WARGA

Jumat, Juni 19, 2026
InovasiNews.Com

About Us

inovasinews.com merupakan portal berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: inovasinews61@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2024 | InovasiNews.Com
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami