DANA DESA TIK TELEU DI LEBONG DISOROT! ALOKASI Rp243 JUTA UNTUK JALAN DIDUGA SARAT KEGELIATAN, PUBLIK MINTA TRANSPARANSI RAB
Desa Tik Teleu – Kecamatan Pelabai
Program Dana Desa Tahun 2025 di Desa Tik Teleu, Kecamatan Pelabai, Kabupaten Lebong, kembali menjadi sorotan setelah alokasi anggaran infrastruktur jalan mencapai lebih dari Rp 243 juta, memunculkan dugaan publik terkait transparansi pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Data APBDes menunjukkan dua kegiatan utama, yakni pembangunan jalan lingkungan dan jalan usaha tani, yang menjadi pos terbesar dalam realisasi Dana Desa tahun anggaran berjalan.
ANGGARAN YANG DISOROT
Jalan Lingkungan: Rp 81.273.000
Jalan Usaha Tani: Rp 162.430.000
➡️ Total: Rp 243.703.000
TRANSPARANSI RAB DIPERTANYAKAN
Sejumlah kalangan menilai bahwa meskipun angka anggaran masih dalam kategori pembangunan desa, namun detail teknis di lapangan perlu dibuka secara transparan, terutama terkait:
Volume pekerjaan aktual di lapangan
Kesesuaian ketebalan dan spesifikasi material
Harga satuan material yang digunakan
Dokumentasi progres pekerjaan
ADA TITIK RAWAN AUDIT
Berdasarkan simulasi perhitungan teknis, nilai pekerjaan jalan tersebut masih berada dalam kisaran wajar pembangunan desa. Namun demikian, terdapat beberapa titik risiko yang umumnya menjadi fokus pemeriksaan aparat pengawas, seperti:
Perbedaan volume antara RAB dan realisasi
Potensi pengurangan kualitas lapisan pengerasan
Fluktuasi harga material lokal
Dokumentasi pekerjaan yang tidak detail per tahap
🚨 “KEADAAN MENDESAK” DAN POS NON-FISIK IKUT DISOROT
Selain infrastruktur, pos lain seperti:
Penyertaan modal
Dana keadaan mendesak
Pengelolaan komunikasi desa
juga menjadi perhatian karena termasuk kategori anggaran fleksibel yang membutuhkan bukti pertanggungjawaban kuat.
Masyarakat dan pengamat kebijakan desa menilai bahwa keterbukaan informasi publik menjadi kunci untuk memastikan Dana Desa benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan dugaan spekulasi di masyarakat.
Sejumlah pihak juga mendorong agar dilakukan:
Audit lapangan oleh Inspektorat
Verifikasi fisik pekerjaan jalan
Publikasi RAB secara terbuka
Evaluasi progres tahap penyaluran berikutnya
Hingga berita ini disusun, tidak ada pernyataan resmi yang menyebut adanya pelanggaran. Seluruh uraian bersifat analisis berbasis data anggaran dan indikasi risiko pengawasan, bukan kesimpulan hukum.
Program infrastruktur di Desa Tik Teleu tetap berjalan, namun sorotan publik menunjukkan meningkatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas penggunaan Dana Desa, terutama pada proyek jalan yang menyerap anggaran cukup signifikan.
