Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Nasional
  • Kabar Daerah
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Opini
  • Sosok
  • Teknologi
  • Industri
  • Info dan Tips
  • Wisata
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Politik
  • Ekonomi
InovasiNews.Com
Telusuri
InovasiNews.Com

Beranda Headline 🔴 DANA DESA SUKADATANG LEBONG DISOROT! Dugaan Pola Belanja “Tak Transparan” dan Pos Rawan Penyimpangan Capai Ratusan Juta
Headline

🔴 DANA DESA SUKADATANG LEBONG DISOROT! Dugaan Pola Belanja “Tak Transparan” dan Pos Rawan Penyimpangan Capai Ratusan Juta

admin
admin
10 Jun, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp



LEBONG, BENGKULU – Pengelolaan Dana Desa Sukadatang, Kecamatan Tubei, Kabupaten Lebong tahun anggaran 2025 kembali menjadi sorotan publik. Dari total anggaran Rp 754 juta lebih, tercatat realisasi penyaluran mencapai Rp 695 juta, namun sejumlah pos anggaran dinilai menyisakan tanda tanya besar terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana publik.


Data penyaluran yang diperbarui hingga 30 Mei 2026 menunjukkan adanya sejumlah pos belanja yang dinilai memiliki indikasi rawan penyimpangan administratif hingga potensi mark-up kegiatan, terutama pada sektor infrastruktur dan pos non-fisik desa.



🚨 PENYERAPAN TINGGI, TAPI TRANSPARANSI DIPERTANYAKAN


Secara administrasi, penyerapan Dana Desa Sukadatang tercatat cukup tinggi yakni sekitar 92,21 persen. Namun sejumlah pengamat kebijakan publik menilai, tingginya serapan tidak otomatis mencerminkan kualitas penggunaan anggaran.


Sejumlah pos belanja justru menjadi perhatian karena minim rincian teknis dan output kegiatan.



🔍 POS INFRASTRUKTUR DOMINAN, TANPA DETAIL TEKNIS TERBUKA


Dari total realisasi, anggaran terbesar terserap pada sektor fisik:


Drainase: Rp 248.288.250


Jalan Usaha Tani: Rp 72.421.000



Total lebih dari Rp 320 juta atau hampir separuh Dana Desa.


Namun, dalam dokumen yang beredar, tidak dijelaskan secara rinci volume pekerjaan, panjang jalan, spesifikasi teknis, maupun harga satuan material.


📌 Kondisi ini memunculkan dugaan awal:


> Potensi ketidaksesuaian antara anggaran dan output fisik di lapangan.



⚠️ PENYERTAAN MODAL Rp 123 JUTA JADI SOROTAN UTAMA


Salah satu pos yang paling disorot adalah penyertaan modal desa sebesar Rp 123.744.850.


Pos ini dinilai strategis namun sekaligus paling rawan, karena:


Tidak dijelaskan lembaga penerima secara rinci


Tidak ada laporan hasil usaha atau profit desa


Tidak tersedia indikator kinerja ekonomi (ROI desa)



📌 Aktivis pengawasan desa menilai:


> “Pos penyertaan modal tanpa laporan usaha sering menjadi celah abu-abu dalam pengelolaan Dana Desa.”



🚨 POS “KEADAAN MENDESAK” CAPAI Rp 108 JUTA


Selain itu, pos keadaan mendesak sebesar Rp 108 juta juga menjadi perhatian.


Secara aturan, pos ini seharusnya digunakan untuk:


Bencana


Kejadian luar biasa


Kondisi darurat sosial



Namun hingga kini, belum ada rincian publik mengenai:


Jenis kejadian darurat


Lokasi kejadian


Bukti dokumentasi penggunaan dana



📌 Kondisi ini memunculkan pertanyaan:


> Apakah pos darurat digunakan sesuai peruntukan atau menjadi fleksibilitas anggaran yang terlalu longgar?



🏫 BELANJA NON-FISIK DINILAI MINIM TRANSPARANSI


Beberapa pos lainnya juga tercatat cukup signifikan:


Informasi publik desa: Rp 20 juta


Operasional desa: Rp 10 juta


Kapasitas perangkat & BPD: ±Rp 13 juta



Namun tidak ditemukan rincian publik terkait:


Output kegiatan


Bukti publikasi


Dokumentasi pelatihan atau peningkatan kapasitas


📊 ANALISIS AWAL: ADA “RED FLAG” ADMINISTRATIF


Berdasarkan struktur anggaran, terdapat beberapa catatan indikatif:


🔴 1. Ketergantungan pada pos besar tanpa detail teknis


Drainase dan jalan usaha tani dominan, namun minim spesifikasi.


🔴 2. Penyertaan modal tidak transparan


Tanpa laporan usaha yang dapat diverifikasi publik.


🔴 3. Pos darurat cukup besar tanpa kejelasan kejadian


Berpotensi menjadi ruang fleksibilitas anggaran.


🔴 4. Dokumentasi publik terbatas


Minim informasi terbuka terkait realisasi fisik dan output.



⚖️ CATATAN PENTING


Pakar tata kelola publik menegaskan bahwa temuan ini bukan bukti korupsi, namun merupakan:


> “indikasi awal yang perlu diaudit lebih lanjut oleh Inspektorat atau APIP untuk memastikan kesesuaian antara anggaran, realisasi, dan output fisik.”



Kasus Dana Desa Sukadatang menunjukkan pola umum yang sering terjadi di sejumlah daerah: serapan anggaran tinggi, namun transparansi output masih rendah.


Tanpa audit terbuka dan partisipasi publik yang kuat, sejumlah pos strategis seperti penyertaan modal dan dana darurat berpotensi menjadi titik rawan dalam pengelolaan Dana Desa.

Via Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertiser

Advertiser

Advertiser

Advertiser

Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Perjudian Sabung Ayam dan Dadu Bikin Resah, Pengamat Hukum Didi Sungkono: Kapolsek Sedati Harus Bertindak Tegas

Redaksi- Sabtu, Juli 25, 2026 0
Perjudian Sabung Ayam dan Dadu Bikin Resah, Pengamat Hukum Didi Sungkono: Kapolsek Sedati Harus Bertindak Tegas
Pengamat Hukum, Dr. Didi Sungkono, SH, MH.  SIDOARJO, Inovasi News.Com - Mengerikan, miris dan menyedihkan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) yang dikenal…

Berita Terpopuler

Dana Desa Karang Anyar Rp725 Juta Disorot! Jalan Rusak, BUMDes Tak Terlihat, Irigasi Diduga Asal Jadi, Warga Pertanyakan Penggunaan Anggaran

Dana Desa Karang Anyar Rp725 Juta Disorot! Jalan Rusak, BUMDes Tak Terlihat, Irigasi Diduga Asal Jadi, Warga Pertanyakan Penggunaan Anggaran

Selasa, Juli 07, 2026
Panitia Klarifikasi Dugaan Jual Beli Tanah Bengkok Desa Tunjung Teja, Tegaskan Kegiatan Berjalan dengan Skema Bangun Serah Guna

Panitia Klarifikasi Dugaan Jual Beli Tanah Bengkok Desa Tunjung Teja, Tegaskan Kegiatan Berjalan dengan Skema Bangun Serah Guna

Kamis, Juli 09, 2026
TIGA SURAT TAK BERJAWAB, DINDIKBUD BANTEN DINILAI SEMBUNYIKAN KESALAHAN: EKS NAPI LANJUTKAN AKSI DAMAI TUNTUT KLARIFIKASI PROGRAM SEKOLAH GRATIS SWASTA

TIGA SURAT TAK BERJAWAB, DINDIKBUD BANTEN DINILAI SEMBUNYIKAN KESALAHAN: EKS NAPI LANJUTKAN AKSI DAMAI TUNTUT KLARIFIKASI PROGRAM SEKOLAH GRATIS SWASTA

Selasa, Juli 07, 2026
Pengamat Hukum Dr. Didi Sungkono, SH, MH: Info Kapolres Lamongan, Diduga Ada Mafia Solar Subsidi Kuras Empat SPBU

Pengamat Hukum Dr. Didi Sungkono, SH, MH: Info Kapolres Lamongan, Diduga Ada Mafia Solar Subsidi Kuras Empat SPBU

Selasa, Juli 21, 2026
Diduga Nikahi Janda, Suami Bidan RS Siti Khodijah Mengaku Lajang

Diduga Nikahi Janda, Suami Bidan RS Siti Khodijah Mengaku Lajang

Senin, Juli 20, 2026
‎KABB Siap Geruduk Komnas Perlindungan Perempuan

‎KABB Siap Geruduk Komnas Perlindungan Perempuan

Senin, Juli 20, 2026
Harga Seragam SMAN 1 Serang Capai Rp995 Ribu,Gmaks Pertanyakan Dasar Penetapan Harga Seragam Koperasi SMAN 1 Serang

Harga Seragam SMAN 1 Serang Capai Rp995 Ribu,Gmaks Pertanyakan Dasar Penetapan Harga Seragam Koperasi SMAN 1 Serang

Senin, Juli 20, 2026
Segel terlepas. Akibatnya, kini 10 Tempat Hiburan Malam (THM) yang sebelumnya ditutup Pemerintah Kota (Pemkot) Serang "kembali beroperasi"

Segel terlepas. Akibatnya, kini 10 Tempat Hiburan Malam (THM) yang sebelumnya ditutup Pemerintah Kota (Pemkot) Serang "kembali beroperasi"

Sabtu, Juli 18, 2026

Advertiser

Advertiser

Berita Terpopuler

Dana Desa Karang Anyar Rp725 Juta Disorot! Jalan Rusak, BUMDes Tak Terlihat, Irigasi Diduga Asal Jadi, Warga Pertanyakan Penggunaan Anggaran

Dana Desa Karang Anyar Rp725 Juta Disorot! Jalan Rusak, BUMDes Tak Terlihat, Irigasi Diduga Asal Jadi, Warga Pertanyakan Penggunaan Anggaran

Selasa, Juli 07, 2026
Panitia Klarifikasi Dugaan Jual Beli Tanah Bengkok Desa Tunjung Teja, Tegaskan Kegiatan Berjalan dengan Skema Bangun Serah Guna

Panitia Klarifikasi Dugaan Jual Beli Tanah Bengkok Desa Tunjung Teja, Tegaskan Kegiatan Berjalan dengan Skema Bangun Serah Guna

Kamis, Juli 09, 2026
TIGA SURAT TAK BERJAWAB, DINDIKBUD BANTEN DINILAI SEMBUNYIKAN KESALAHAN: EKS NAPI LANJUTKAN AKSI DAMAI TUNTUT KLARIFIKASI PROGRAM SEKOLAH GRATIS SWASTA

TIGA SURAT TAK BERJAWAB, DINDIKBUD BANTEN DINILAI SEMBUNYIKAN KESALAHAN: EKS NAPI LANJUTKAN AKSI DAMAI TUNTUT KLARIFIKASI PROGRAM SEKOLAH GRATIS SWASTA

Selasa, Juli 07, 2026
Pengamat Hukum Dr. Didi Sungkono, SH, MH: Info Kapolres Lamongan, Diduga Ada Mafia Solar Subsidi Kuras Empat SPBU

Pengamat Hukum Dr. Didi Sungkono, SH, MH: Info Kapolres Lamongan, Diduga Ada Mafia Solar Subsidi Kuras Empat SPBU

Selasa, Juli 21, 2026
Diduga Nikahi Janda, Suami Bidan RS Siti Khodijah Mengaku Lajang

Diduga Nikahi Janda, Suami Bidan RS Siti Khodijah Mengaku Lajang

Senin, Juli 20, 2026
‎KABB Siap Geruduk Komnas Perlindungan Perempuan

‎KABB Siap Geruduk Komnas Perlindungan Perempuan

Senin, Juli 20, 2026
Harga Seragam SMAN 1 Serang Capai Rp995 Ribu,Gmaks Pertanyakan Dasar Penetapan Harga Seragam Koperasi SMAN 1 Serang

Harga Seragam SMAN 1 Serang Capai Rp995 Ribu,Gmaks Pertanyakan Dasar Penetapan Harga Seragam Koperasi SMAN 1 Serang

Senin, Juli 20, 2026
Segel terlepas. Akibatnya, kini 10 Tempat Hiburan Malam (THM) yang sebelumnya ditutup Pemerintah Kota (Pemkot) Serang "kembali beroperasi"

Segel terlepas. Akibatnya, kini 10 Tempat Hiburan Malam (THM) yang sebelumnya ditutup Pemerintah Kota (Pemkot) Serang "kembali beroperasi"

Sabtu, Juli 18, 2026
InovasiNews.Com

About Us

inovasinews.com merupakan portal berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: inovasinews61@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2024 | InovasiNews.Com
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami