Telusuri
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Nasional
  • Kabar Daerah
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Opini
  • Sosok
  • Teknologi
  • Industri
  • Info dan Tips
  • Wisata
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Politik
  • Ekonomi
InovasiNews.Com
Beranda Peringatan Hardiknas 2025: Saatnya Menumbuhkan Karakter Anak Bangsa Lewat Pendidikan Berbasis Empati dan Tanggung Jawab Peringatan Hardiknas 2025: Saatnya Menumbuhkan Karakter Anak Bangsa Lewat Pendidikan Berbasis Empati dan Tanggung Jawab

Peringatan Hardiknas 2025: Saatnya Menumbuhkan Karakter Anak Bangsa Lewat Pendidikan Berbasis Empati dan Tanggung Jawab

InovasiNews.Com
InovasiNews.Com
02 Mei, 2025 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Tangerang – inovasiNews.com Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei menjadi momen reflektif bagi bangsa Indonesia dalam mengevaluasi arah dan tujuan pendidikan nasional. Hardiknas ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 316 Tahun 1959, sebagai penghormatan atas jasa Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara.
Tahun 2025 ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan tema besar "Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua." Tema ini mengandung semangat kolaboratif bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga keluarga dan masyarakat.

Dalam konteks ini, perhatian terhadap nilai karakter anak bangsa menjadi sangat penting. Dunia pendidikan Indonesia kini dihadapkan pada tantangan menanamkan sikap empati, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap orang tua serta lingkungan sosial sejak usia dini.

Salah satu model pendidikan karakter yang menarik perhatian dunia adalah konsep yang diterapkan di Tiongkok. Model ini dikenal sebagai Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-nilai Konfusianisme, atau disebut juga Model Pendidikan Konfusianisme Modern.

Konsep ini menanamkan nilai Xiao (孝) atau bakti kepada orang tua, Gan’en (感恩) atau rasa syukur, serta nilai Qinlao (勤劳) yang berarti kerja keras. Semua nilai tersebut ditanamkan melalui kegiatan nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari siswa.

Beberapa sekolah di Tiongkok bahkan mewajibkan siswanya menulis surat refleksi kepada orang tua, mengikuti pekerjaan atau rutinitas mereka, hingga terlibat dalam kegiatan rumah tangga sebagai bentuk pembelajaran karakter berbasis pengalaman langsung.

Pendekatan seperti ini patut dicermati dalam konteks pendidikan Indonesia. Sebab, tidak sedikit generasi muda saat ini yang diduga mulai kehilangan sensitivitas terhadap perjuangan orang tua dan tanggung jawab sosial dalam lingkungannya.

Pendidikan yang berorientasi pada akademik semata, tanpa menyentuh aspek karakter, dinilai belum cukup melahirkan generasi yang kuat secara mental dan emosional. Perlu ada terobosan baru yang berpijak pada nilai-nilai budaya luhur, termasuk nilai-nilai ketimuran yang penuh empati.

Menanggapi hal ini, Ustad Ahmad Rustam, seorang aktivis kerohanian dan pengamat sosial pendidikan, menyatakan bahwa konsep pendidikan harus kembali kepada akar moral dan spiritual. “Kalau anak tidak dibiasakan menghormati orang tua dan bersyukur sejak kecil, maka kelak mereka tidak akan mampu menghargai hidup dan sesama. Pendidikan harus melahirkan manusia yang mengenal adab, bukan hanya mengejar gelar,” ujar Ustad Ahmad Rustam.

Sebagaimana semangat "Indonesia Pasti Bisa", pendidikan karakter dengan pendekatan lokal dan global bisa menjadi kunci menuju kebangkitan bangsa. Model dari Tiongkok ini bukan untuk ditiru sepenuhnya, namun bisa menjadi bahan inspirasi dalam merancang sistem pendidikan berbasis nilai dan tindakan.

Momentum Hardiknas tahun ini menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya soal ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan watak dan akhlak. Ki Hadjar Dewantara sendiri pernah mengingatkan pentingnya membangun jiwa merdeka dalam diri setiap anak didik.

Dengan partisipasi semua pihak pendidik, orang tua, masyarakat, dan negara Indonesia bisa merancang sistem pendidikan yang mengakar pada budaya, namun terbuka pada pembaruan global yang positif. Model Konfusianisme modern bisa dijadikan salah satu referensi dalam perjalanan panjang reformasi pendidikan karakter di Indonesia.

Semoga Hardiknas 2025 menjadi titik balik tumbuhnya generasi baru yang tidak hanya cerdas, tapi juga berbakti, bersyukur, dan penuh empati. Karena pada akhirnya, masa depan bangsa ada di tangan anak-anak yang dididik dengan nilai dan cinta.


(Oim) 
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertiser

Advertiser

Advertiser

Advertiser

Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Ratusan Jurnalis Geruduk Mapolda Jatim, Desak Usut Dugaan OTT “Settingan” dan Tangguhkan Penahanan Jurnalis Amir

Admin- Kamis, Maret 19, 2026 0
Ratusan Jurnalis Geruduk Mapolda Jatim, Desak Usut Dugaan OTT “Settingan” dan Tangguhkan Penahanan Jurnalis Amir
SURABAYA , Inovasi News.Com - Gelombang solidaritas Insan Pers menggema di halaman Polda Jawa Timur (Jatim), saat ratusan Jurnalis dari berbagai daerah yang …

Berita Terpopuler

Dugaaan Setingan Polisi dan Pelapor, Wartawan OTT Jadi Korban

Dugaaan Setingan Polisi dan Pelapor, Wartawan OTT Jadi Korban

Selasa, Maret 17, 2026
Ratusan Jurnalis Geruduk Mapolda Jatim, Desak Usut Dugaan OTT “Settingan” dan Tangguhkan Penahanan Jurnalis Amir

Ratusan Jurnalis Geruduk Mapolda Jatim, Desak Usut Dugaan OTT “Settingan” dan Tangguhkan Penahanan Jurnalis Amir

Kamis, Maret 19, 2026
Kapolda Lampung Sebut Dua Oknum TNI Akui Tembak Polisi Pakai Senpi Rakitan

Kapolda Lampung Sebut Dua Oknum TNI Akui Tembak Polisi Pakai Senpi Rakitan

Jumat, Maret 21, 2025
Saprudin Tibet, Bos PT Galang Cipta Karya ini Sebut Lebaran Menyentuh Hati untuk Karyawan dan Mitra Bisnis

Saprudin Tibet, Bos PT Galang Cipta Karya ini Sebut Lebaran Menyentuh Hati untuk Karyawan dan Mitra Bisnis

Jumat, Maret 21, 2025
Menuju Banten Kondusif, Sultan Ratu Bagus Ajak Jaga Persatuan dan Kesantunan

Menuju Banten Kondusif, Sultan Ratu Bagus Ajak Jaga Persatuan dan Kesantunan

Rabu, Oktober 08, 2025
Penindakan Empat Lokasi Penjual Obat Daftar G Dinilai Tidak Efektif, Kapolsek Tarogong Kaler Jadi Sorotan

Penindakan Empat Lokasi Penjual Obat Daftar G Dinilai Tidak Efektif, Kapolsek Tarogong Kaler Jadi Sorotan

Rabu, Maret 04, 2026
Dosen Unpam Serang Gelar PKM, Bekali SMAIT Bait Et Tauhied dengan Strategi Kampanye Medsos Efektif

Dosen Unpam Serang Gelar PKM, Bekali SMAIT Bait Et Tauhied dengan Strategi Kampanye Medsos Efektif

Jumat, Oktober 10, 2025
NTT DATA Luncurkan Pabrik AI Berbasis NVIDIA untuk Percepat Adopsi AI di Perusahaan

NTT DATA Luncurkan Pabrik AI Berbasis NVIDIA untuk Percepat Adopsi AI di Perusahaan

Sabtu, Maret 14, 2026
PT Sui Zhi Jie Foods Diduga Pakai Pola Komunis Terhadap Karyawan

PT Sui Zhi Jie Foods Diduga Pakai Pola Komunis Terhadap Karyawan

Kamis, Oktober 09, 2025
Tuduhan Miring ke LSM dan Wartawan, Menteri Desa Bisa Tersandung Masalah Hukum?

Tuduhan Miring ke LSM dan Wartawan, Menteri Desa Bisa Tersandung Masalah Hukum?

Rabu, Februari 05, 2025

Advertiser

Advertiser

Berita Terpopuler

Dugaaan Setingan Polisi dan Pelapor, Wartawan OTT Jadi Korban

Dugaaan Setingan Polisi dan Pelapor, Wartawan OTT Jadi Korban

Selasa, Maret 17, 2026
Ratusan Jurnalis Geruduk Mapolda Jatim, Desak Usut Dugaan OTT “Settingan” dan Tangguhkan Penahanan Jurnalis Amir

Ratusan Jurnalis Geruduk Mapolda Jatim, Desak Usut Dugaan OTT “Settingan” dan Tangguhkan Penahanan Jurnalis Amir

Kamis, Maret 19, 2026
Kapolda Lampung Sebut Dua Oknum TNI Akui Tembak Polisi Pakai Senpi Rakitan

Kapolda Lampung Sebut Dua Oknum TNI Akui Tembak Polisi Pakai Senpi Rakitan

Jumat, Maret 21, 2025
Saprudin Tibet, Bos PT Galang Cipta Karya ini Sebut Lebaran Menyentuh Hati untuk Karyawan dan Mitra Bisnis

Saprudin Tibet, Bos PT Galang Cipta Karya ini Sebut Lebaran Menyentuh Hati untuk Karyawan dan Mitra Bisnis

Jumat, Maret 21, 2025
Menuju Banten Kondusif, Sultan Ratu Bagus Ajak Jaga Persatuan dan Kesantunan

Menuju Banten Kondusif, Sultan Ratu Bagus Ajak Jaga Persatuan dan Kesantunan

Rabu, Oktober 08, 2025
Penindakan Empat Lokasi Penjual Obat Daftar G Dinilai Tidak Efektif, Kapolsek Tarogong Kaler Jadi Sorotan

Penindakan Empat Lokasi Penjual Obat Daftar G Dinilai Tidak Efektif, Kapolsek Tarogong Kaler Jadi Sorotan

Rabu, Maret 04, 2026
Dosen Unpam Serang Gelar PKM, Bekali SMAIT Bait Et Tauhied dengan Strategi Kampanye Medsos Efektif

Dosen Unpam Serang Gelar PKM, Bekali SMAIT Bait Et Tauhied dengan Strategi Kampanye Medsos Efektif

Jumat, Oktober 10, 2025
NTT DATA Luncurkan Pabrik AI Berbasis NVIDIA untuk Percepat Adopsi AI di Perusahaan

NTT DATA Luncurkan Pabrik AI Berbasis NVIDIA untuk Percepat Adopsi AI di Perusahaan

Sabtu, Maret 14, 2026
PT Sui Zhi Jie Foods Diduga Pakai Pola Komunis Terhadap Karyawan

PT Sui Zhi Jie Foods Diduga Pakai Pola Komunis Terhadap Karyawan

Kamis, Oktober 09, 2025
Tuduhan Miring ke LSM dan Wartawan, Menteri Desa Bisa Tersandung Masalah Hukum?

Tuduhan Miring ke LSM dan Wartawan, Menteri Desa Bisa Tersandung Masalah Hukum?

Rabu, Februari 05, 2025
InovasiNews.Com

About Us

inovasinews.com merupakan portal berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: inovasinews61@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2024 | InovasiNews.Com
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami