Telusuri
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Nasional
  • Kabar Daerah
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Opini
  • Sosok
  • Teknologi
  • Industri
  • Info dan Tips
  • Wisata
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Politik
  • Ekonomi
InovasiNews.Com

Beranda Headline Kabar Daerah Surabaya BMKG: Wilayah Jatim Panas Bukan karena Fenomena "Heat Wave"
Headline Kabar Daerah Surabaya

BMKG: Wilayah Jatim Panas Bukan karena Fenomena "Heat Wave"

InovasiNews.Com
InovasiNews.Com
02 Mei, 2024 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Foto Ilustrasi. 

SURABAYA, InovasiNews.Com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, naiknya suhu di Jawa Timur (Jatim) dalam beberapa hari terakhir bukan disebabkan oleh gelombang panas atau heat wave.

Ketua Tim Meteorologi BMKG Juanda, Shanas Prayuda mengatakan, heat wave  adalah periode cuaca dengan kenaikan suhu panas yang tidak biasa dan berlangsung lima hari berturut-turut.

“Misalnya 5 derajat celsius lebih panas dari rata-rata klimatologis suhu maksimum harian,” kata Shanas kepada wartawan, Kamis, 02 Mei 2024.

“Apabila suhu maksimum tersebut terjadi dalam rentang rata-ratanya (klimatologis) dan tidak berlangsung lama, maka tidak dikategorikan sebagai gelombang panas,” tambahnya.

Sejumlah daerah yang berisiko dilanda heat have adalah wilayah yang terletak pada lintang menengah hingga lintang tinggi, kemudian belahan bumi bagian utara dan selatan.

Selain itu, sejumlah daerah yang wilayah geografisnya memiliki atau berdekatan dengan massa daratan dengan luasan yang besar, dan wilayah kontinental atau sub-kontinental.

“Udara panas yang terjadi di Jatim belakangan, jika ditinjau secara karakteristik fenomena maupun indikator statistik pengamatan suhu, tidak termasuk ke dalam kategori gelombang panas,” jelasnya.

Shanas mengungkapkan, kenaikan suhu yang terjadi di wilayah Jatim sendiri disebabkan oleh gerak semu matahari. Hal tersebut pun merupakan siklus yang sudah biasa terjadi di setiap tahun.

“Sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, wilayah Jatim sekarang juga tengah mengalami pancaroba atau pergantian dari musim hujan ke musim kemarau. Akhirnya, beberapa daerah tidak tertutup awan.

“Hal tersebut menyebabkan penyinaran matahari ke permukaan bumi akan terjadi secara maksimal, akibatnya tidak adanya tutupan awan,” tutupnya. (*/red)

Via Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertiser

Advertiser

Advertiser

Advertiser

Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Diduga Langgar Perkap No.7 dan 2, Oknum Kapolsek Mengaku Terima Uang Kordinasi dari Mafia Obat Tramadol

Redaksi- Sabtu, Mei 02, 2026 0
Diduga Langgar Perkap No.7 dan 2, Oknum Kapolsek Mengaku Terima Uang Kordinasi dari Mafia Obat Tramadol
GARUT, Inovasi News.Com – Alih-alih memberantas peredaran obat keras Golongan G di wilayah hukumnya, oknum Kapolsek di Kabupaten Garut diduga terima uang Kord…

Berita Terpopuler

Advertiser

Advertiser

Berita Terpopuler

InovasiNews.Com

About Us

inovasinews.com merupakan portal berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: inovasinews61@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2024 | InovasiNews.Com
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami